Minggu, 01 Mei 2016

Peranan Guru dalam Pengembangan Pendidikan Karakter di Sekolah

Peranan Guru dalam Pengembangan Pendidikan Karakter di Sekolah


Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK), yang kemudian diimplementasikan menjadi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), merupakan kurikulum yang dirancang untuk memberikan peluang seluas-luasnya bagi sekolah dan tenaga pendidik untuk melakukan praktik-praktik pendidikan dalam rangka mengembangkan semua potensi yang dimiliki peserta didik, baik melalui proses pembelajaran di kelas maupun melalui program pengembangan diri (ekstrakurikuler). Pengembangan potensi peserta didik tersebut dimaksudkan untuk memantapkan kesadaran diri tentang kemampuan atau life skill terutama kemampuan personal (personal skill) yang dimilikinya. Termasuk dalam hal ini adalah pengembangan potensi peserta didik yang berhubungan dengan karakter dirinya.
Dalam pengembangan karakter peserta didik di sekolah, guru memiliki posisi yang strategis sebagai pelaku utama. Guru merupakan sosok yang bisa digugu dan ditiru atau menjadi idola bagi peserta didik. Guru bisa menjadi sumber inpirasi dan motivasi peserta didiknya. Sikap dan prilaku seorang guru sangat membekas dalam diri siswa, sehingga ucapan, karakter dan kepribadian guru menjadi cermin siswa. Dengan demikian guru memiliki tanggung jawab besar dalam menghasilkan generasi yang berkarakter, berbudaya, dan bermoral. Tugas-tugas manusiawi itu merupakan transpormasi, identifikasi, dan pengertian tentang diri sendiri, yang harus dilaksanakan secara bersama-sama dalam kesatuan yang organis, harmonis, dan dinamis.
Ada beberapa strategi yang dapat memberikan peluang dan kesempatan bagi guru untuk memainkan peranannya secara optimal dalam hal pengembangan pendidikan karakter peserta didik di sekolah, sebagai berikut.
1. Optimalisasi peran guru dalam proses pembelajaran. Guru tidak seharusnya menempatkan diri sebagai aktor yang dilihat dan didengar oleh peserta didik, tetapi guru seyogyanya berperan sebagai sutradara yang mengarahkan, membimbing, memfasilitasi dalam proses pembelajaran, sehingga peserta didik dapat melakukan dan menemukan sendiri hasil belajarnya.
2. Integrasi materi pendidikan karakter ke dalam mata pelajaran. Guru dituntut untuk perduli, mau dan mampu mengaitkan konsep-konsep pendidikan karakter pada materi-materi pembelajaran dalam mata pelajaran yang diampunya. Dalam hubungannya dengan ini, setiap guru dituntut untuk terus menambah wawasan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan pendidikan karakter, yang dapat diintergrasikan dalam proses pembelajaran.
3. Mengoptimalkan kegiatan pembiasaan diri yang berwawasan pengembangan budi pekerti dan akhlak mulia. Para guru (pembina program) melalui program pembiasaan diri lebih mengedepankan atau menekankan kepada kegiatan-kegiatan pengembangan budi pekerti dan akhlak mulia yang kontekstual, kegiatan yang menjurus pada pengembangan kemampuan afektif dan psikomotorik.
4. Penciptaan lingkungan sekolah yang kondusif untuk tumbuh dan berkembangnya karakter peserta didik. Lingkungan terbukti sangat berperan penting dalam pembentukan pribadi manusia (peserta didik), baik lingkungan fisik maupun lingkungan spiritual. Untuk itu sekolah dan guru perlu untuk menyiapkan fasilitas-fasilitas dan melaksanakan berbagai jenis kegiatan yang mendukung kegiatan pengembangan pendidikan karakter peserta didik.
5. Menjalin kerjasama dengan orang tua peserta didik dan masyarakat dalam pengembangan pendidikan karakter. Bentuk kerjasama yang bisa dilakukan adalah menempatkan orang tua peserta didik dan masyarakat sebagai fasilitator dan nara sumber dalam kegiatan-kegiatan pengembangan pendidikan karakter yang dilaksanakan di sekolah.
6. Menjadi figur teladan bagi peserta didik. Penerimaan peserta didik terhadap materi pembelajaran yang diberikan oleh seorang guru, sedikit tidak akan bergantng kepada penerimaan pribadi peserta didik tersevut terhadap pribadi seorang guru. Ini suatu hal yang sangat manusiawi, dimana seseorang akan selalu berusaha untuk meniru, mencontoh apa yang disenangi dari model/pigurnya tersebut. Momen seperti ini sebenarnya merupakan kesempatan bagi seorang guru, baik secara langsung maupun tidak langsung menanamkan nilai-nilai karakter dalam diri pribadi peserta didik. Dalam proses pembelajaran, intergrasi nilai-nilai karakter tidak hanya dapat diintegrasikan ke dalam subtansi atau materi pelajaran, tetapi juga pada prosesnya
Dalam uraian di atas menggambarkan peranan guru dalam pengembangan pendidikan karakter di sekolah yang berkedudukan sebagai katalisator atau teladan, inspirator, motivator, dinamisator, dan evaluator. Dalam berperan sebagai katalisator, maka keteladanan seorang guru merupakan faktor mutelak dalam pengembangan pendidikan karakter peserta didik yang efektif, karena kedudukannya sebagai figur atau idola yang digugu dan ditiru oleh peserta didik. Peran sebagai inspirator berarti seorang guru harus mampu membangkitkan semangat peserta didik untuk maju mengembangkan potensinya. Peran sebagai motivator, mengandung makna bahwa setiap guru harus mampu membangkitkan spirit, etos kerja dan potensi yang luar biasa pada diri peserta didik. Peran sebagai dinamisator, bermakna setiap guru memiliki kemampuan untuk mendorong peserta didik ke arah pencapaian tujuan dengan penuh kearifan, kesabaran, cekatan, cerdas dan menjunjung tinggi spiritualitas. Sedangkan peran guru sebagai evaluator, berarti setiap guru dituntut untuk mampu dan selalu mengevaluasi sikap atau prilaku diri, dan metode pembelajaran yang dipakai dalam pengembangan pendidikan karakter peserta didik, sehingga dapat diketahui tingkat efektivitas, efisiensi, dan produktivitas programnya.
Dengan demikian berdasarkan paparan di atas, dapat disimpulkan bahwa dalam konteks sistem pendidikan di sekolah untuk mengembangkan pendidikan karakter peserta didik, guru harus diposisikan atau memposisikan diri pada hakekat yang sebenarnya, yaitu : a) guru merupakan pengajar dan pendidik, yang berarti disamping mentransfer ilmu pengetahuan, juga mendidik dan mengembangkan kepribadian peserta didik melalui intraksi yang dilakukannya di kelas dan luuar kelas; b) guru hendaknya diberikan hak penuh (hak mutelak) dalam melakukan penilaian (evaluasi) proses pembelajaran, karena dalam masalah kepribadian atau karakter peserta didik, guru merupakan pihak yang paling mengetahui tentang kondisi dan perkembangannya; dan c) guru hendaknya mengembangkan sistem evaluasi yang lebih menitikberatkan pada aspek afektif, dengan menggunkan alat dan bentuk penilaian essay dan wawancara langsung dengan peserta didik. Aalat dan bentuk penilaian seperti itu, lebih dapat mengukur karakteristif setiap peserta didik, serta mampu mengukur sikap kejujuran, kemandirian, kemampuan berkomunikasi, struktur logika, dan lain sebagainya yang merupakan bagian dari proses pembentukan karakter positif. Ini akan terlaksana dengan lebih baik lagi apabila didukung oleh pemerintah selaku penentu kebijakan.
DAFTAR PUSTAKA
Anonimous, 2000
Bahan Dasar Peningkatan Wawasan Keagamaan (Islam) Guru Bukan Pendidikan Agama SLTP dan SMA, Depdiknas Dirjen Dikdasmen Bagian Proyek Peningkatan Wawasan Keagamaan Guru, Jakarta.
Ahmad Tafsir, 2001
Peningkatan Keimanan dan Ketaqwaan Siswa Melalui Mata Pelajaran Umum, Gema PWKGA Edisi April 2001 : 1 - 5.
Jamal Ma’mur Asmani, 2010
Buku Panduan Internalisasi Pendidikan Karakter di Sekolah, Yogyakarta : Penerbit Diva Press.
Kemendiknas, 2010
Draf Pedoman Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa, Jakarta : Kemendiknas.
Kemendiknas, 2010
Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa, Pedoman Sekolah, Jakarta : Kemendiknas.
Jerowaru Lombok Timur, 28 Oktober 2011.

Sumber : http://edukasi.kompasiana.com/2011/10/28/peranan-guru-dalam-pengembangan-pendidikan-karakter-di-sekolah/

DAFTAR NILAI SEMESTER 2

DAFTAR NILAI
MAHASISWA PEND.EKONOMI 
MATA KULIAH : PENGANTAR EKONOMI MAKRO 
SEMESTER: II
DOSEN PENGAMPU: Sucipto,S.Pd.,M.Pd
NO NPM NILAI UTS NO NPM NILAI UTS
1 15211001 80 22 15211022 74
2 15211002 82 23 15211023 74
3 15211003 78 24 15211024 56
4 15211004 80 25 15211025 57
5 15211005 74 26 15211027 61
6 15211006 79 27 15211028 53
7 15211007 82 28 15211029 59
8 15211008 95 29 15211026 60
9 15211009 88 30 15211030 X
10 15211010 77 31 15211032 75
11 15211011 79 32 15211033P X
12 15211012 79 33 15211034 71
13 15211013 77 34 15211031 58
14 15211014 81 35 15211035 79
15 15211015 X 36 15211036 80
16 15211016 77 37 15211037 79
17 15211017 76 38 15211038 79
18 15211018 74 39 15211039 X
19 15211019 76 40 15211040 61
20 15211020 80 41 15211041 82
21 15211021 72 42 15211042 72

DAFTAR NILAI SEMESTER 4

DAFTAR NILAI
MAHASISWA PEND.EKONOMI 
MATA KULIAH : TEORI EKONOMI MAKRO 1
SEMESTER: IV
DOSEN PENGAMPU: Sucipto,S.Pd.,M.Pd
NO NPM NILAI UTS NO NPM NILAI UTS
1 14211001 77 24 14211024 71
2 14211002 76 25 14211025 60
3 14211003 70 26 14211026 65
4 14211004 70 27 14211027 73
5 14211005 70 28 14211028 77
6 14211006 70 29 14211029 82
7 14211007 52 30 14211030 75
8 14211008 68 31 14211032 50
9 14211009 68 32 14211033 44
10 14211010 74 33 14211034 58
11 14211011 80 34 14211035 72
12 14211012 80 35 14211036 74
13 14211013 68 36 14211037 75
14 14211014 X 37 14211038 X
15 14211015 75 38 14211039 76
16 14211016 81 39 14211040 70
17 14211017 70 40 14211041 66
18 14211018 73 41 14211042 73
19 14211019 59 42 14211043 75
20 14211020 X 43 14211044 65
21 14211021 70 44 14211031 71
22 14211022 X 45 15211033P 76
23 14211023 70 46    

DAFTAR NILAI SEMESTER 6

DAFTAR NILAI
MAHASISWA PEND.EKONOMI 
MATA KULIAH : Aplikom
SEMESTER: VI
DOSEN PENGAMPU: Sucipto,S.Pd.,M.Pd
NO NPM NILAI UTS NO NPM NILAI UTS
1 13211001 84 21 13211021 84
2 13211002 86 22 13211022 85
3 13211003 90 23 13211023 84
4 13211004 88 24 13211024 84
5 13211005 90 25 13211025 82
6 13211006 85 26 13211026 85
7 13211007 88 27 13211027 90
8 13211008 87 28 13211028 84
9 13211009 85 29 13211029 80
10 13211010 86 30 13211030 83
11 13211011 85 31 13211031 85
12 13211012 87 32 13211032 83
13 13211013 84 33 13211033 79
14 13211014 88 34 13211034 X
15 13211015 85 35 13211035 84
16 13211016 84 36 13211036 85
17 13211017 87 37 13211037 X
18 13211018 86 38 13211038 X
19 13211019 88 39 13211039 X
20 13211020 88 40 15211043P x

DAFTAR NILAI SEMESTER 6

DAFTAR NILAI
MAHASISWA PEND.EKONOMI 
MATA KULIAH : Sosiologi Ekonomi
SEMESTER: VI
DOSEN PENGAMPU:Sucipto,S.Pd.,M.Pd
NO NPM NILAI UTS NO NPM NILAI UTS
1 13211001 83 21 13211021 90
2 13211002 93 22 13211022 88
3 13211003 85 23 13211023 87
4 13211004 92 24 13211024 98
5 13211005 82 25 13211025 85
6 13211006 87 26 13211026 90
7 13211007 85 27 13211027 88
8 13211008 83 28 13211028 79
9 13211009 92 29 13211029 70
10 13211010 78 30 13211030 82
11 13211011 70 31 13211031 82
12 13211012 70 32 13211032 90
13 13211013 70 33 13211033 70
14 13211014 71 34 13211034 X
15 13211015 98 35 13211035 85
16 13211016 85 36 13211036 88
17 13211017 90 37 13211037 X
18 13211018 81 38 13211038 X
19 13211019 93 39 13211039 X
20 13211020 89 40 15211043P 70

pengumuman semster 2

PENGUMUMAN


Diberitahukan kepada seluruh mahasiswa semester 2 yang tersebut di bawah ini:
  1. NPM 15211027
  2. NPM 15211024
  3. NPM 15211025
  4. NPM 15211029
  5. NPM 15211028
  6. NPM 15211040
  7. NPM 15211031
  8. NPM 15211026
Untuk melakasankan ujian ulang mata kuliah Pengantar Ekonomi Makro yang dilaksankan pada:
Hari        : Rabu, 4 Mei 2016
Jam         : 11.40-13.20 WIB
Kelas       : A209/208

Terima kasih dan mohon diperhatikan.

NB: Tolong mahasiswa belajar lagi dan lebih teliti

Jombang, 02 Mei 2016

Dosen Pengampu,



pengumuman semester 4

PENGUMUMAN


Diberitahukan kepada seluruh mahasiswa semester 4 yang tersebut di bawah ini:
  1. NPM 14211013
  2. NPM 14211034
  3. NPM 14211007
  4. NPM 14211033
  5. NPM 14211026
  6. NPM 14211032
  7. NPM 14211044
  8. NPM 14211009
  9. NPM 14211019
  10. NPM 14211008
  11. NPM 14211041
  12. NPM 14211025
Untuk melakasankan ujian ulang mata kuliah Teori Ekonomi Makro yang dilaksankan pada:
Hari        : Rabu, 4 Mei 2016
Jam         : 09.10-11.40 WIB
Kelas       : A209/208

Terima kasih dan mohon diperhatikan.

NB: Tolong mahasiswa belajar lagi dan teliti

Jombang, 02 Mei 2016

Dosen Pengampu,



Sucipto, S.Pd.,M.Pd